Magha Puja 2559/2016 dan HUT Mahavihara Buddhamanggala Print

 

Hujan gerimis yang mengguyur kota balikpapan mengawali hari Minggu Pagi. Suasana mendung disertai dengan udara dingin menyelimuti tidak membuat umat Buddha Balikpapan malas untuk datang ke vihara. Minggu, 28 Februari 2016 pada pukul 08:30 WITA Umat Buddha Balikpapan merayakan Magha Puja 2559/2016. Magha Puja merupakan salah satu dari 4 Hari raya Agama Buddha yang tidak sedikit umat belum mengerti tentang peristiwa yang terjadi pada hari Magha Puja. Pada dasarnya Magha Puja memperingati 4 peristiwa yaitu: 1250 orang Bhikkhu berkumpul tanpa ada undangan terlebih dahulu, mereka semuanya adalah orang yang telah mencapai kesucian arahat, mereka ditahbiskan sendiri oleh Sang Buddha dengan ucapan “Ehi Bhikkhu”, dan Sang Buddha membabarkan Ovadapatimokha (intisari ajaran Buddha).


Perayaan Magha Puja dipimpin oleh Romo Pandita Dharma Wiriya Terang dan Romo Pandita Hendry Tatang.

Selain itu hadir juga YM. Subhapañño Mahāthera, YM. Adhikusalo Thera, YM. Bhikkhu Nandaviro, dan Samanera Dhammasiri. Perayaan Magha Puja dilaksanakan dengan sederhana dan penuh khidmat pembacaan paritta dan Maghattami Puja.

 

Pesan Magha Puja disampaikan oleh YM. Subhapanno Mahāthera yang mengupas tentang esensi dari Magha Puja dan bagaimana menyikapi permasalahan yang muncul kepada kita dalam kehidupan sehari-hari.

Pelimpah jasa yang disimbolkan dengan tuang air oleh perwakilan umat.


Setelahnya dilanjutkan dengan Pindapata oleh para bhikkhu dan samanera menempuh rute di lingkungan Mahavihara Buddhamaggala. Antusiasme umat untuk melakukan kebaikan baik orang dewasa maupun anak sangatlah besar, terbukti sampai berebut untuk melakukan kebajikan berdana kepada bhikkhu sangha.


Pada akhir dari acara adalah peringatan HUT Mahavihara buddhamanggala ke 16 tahun, dilakukan dengan sederhana yaitu pemotongan tumpeng sebagai simbol bahwa sudah 16 tahun Mahavihara Buddhamanggala berdiri dan mengembangkan ajaran Buddha di tanah Borneo terutama di kota Balikpapan.

Tumpeng HUT Mahavihara Buddhamanggala yang ke 16 Tahun

Penyerahan tumpeng oleh Romo Dharma Wiriya Terang, Romo Hendry Tatang, Romo Jayadhammo Sugiyo kepada YM. Subhapanno Mahathera

Pemotongan tumpeng oleh YM. Subhapanno Mahathera

Penyerahan potongan pertama tumpeng kepada YM. Adhikusalo Thera

Pemercikan tirta paritta oleh YM. Adhikusalo Thera

Dilanjutkan dengan makan bersama umat Buddha Mahavihara Buddhamanggala. Ug.

 

Last Updated on Friday, 04 March 2016 22:56