Saṅghapamokkha Saṅgha Theravāda Indonesia berikan Pesan Dhamma pada Munas Permabudhi Print
Friday, 21 September 2018 13:03

 

Jakarta, 18 September 2018 pkl. 10.00 WIB telah dilangsungkan pembukaan Musyawarah

Nasional Persatuan Umat Buddha Indonesia (PERMABUDHI) di Istana Negara oleh Presiden

Republik Indonesia, Bapak Ir Joko Widodo. Selanjutnya Munas dilaksanakan di Hotel Grand Mercure

Jakarta Harmoni di Jl. Hayam Wuruk No. 36-37 Jakarta. Dalam sesi Pesan Dhamma, Bhante Paññāvaro

menyampaikan ada enam faktor Dhamma yang bisa merawat dan menjaga persatuan, yaitu:
1. Berperilaku/bertindak dengan cinta kasih.
2. Bertutur kata, menulis, bertegur sapa dengan cinta kasih.
3. Berpikir dengan cinta kasih.
4. Berbagi kebahagiaan. Keberhasilan dari satu lembaga (anggota Permabudhi) akan dirasakan seluruh anggotanya.

5. Menaati etika yang telah disepakati bersama.
6. Memiliki pandangan yang sama. Pancasila dasar negara RI adalah diṭṭhisammañata.
“Cinta kasih (mettā) dan kearifan (paññā) adalah inti dari Dhamma dalam semua mazab.”
Kepala Sangha juga menyegarkan ingatan kita bahwa Bhinneka Tunggal Ika yang dituliskan oleh seorang pujangga

Buddhis Mpu Tantular di lontar Sutasoma di zaman Majapahit yang menjadi salah satu dari 4 pilar persatuan dan

kerukunan bangsa ini adalah kontribusi besar umat Buddha dalam meletakkan dasar filosofis kerukunan bangsa.

Bhinneka Tunggal Ika adalah jati diri kita.

Dalam acara yang diikuti -+ 400 peserta dan peninjau dari 34 propinsi, hadir pula Saṅghanāyaka

Saṅgha Theravāda Indonesia, Bhante Subhapañño Mahāthera. Bersama anggota saṅgha Beliau

mengikuti Munas hingga selesai pada pkl. 18.45 WIB.


Sumber : Medkom STI

Last Updated on Friday, 21 September 2018 13:40