UPACARA PATTIDANA Print
Wednesday, 29 August 2018 13:53

Melakukan pelimpahan jasa atau melakukan upacara penghormatan penghormatan kepada sanak keluarga yang telah meninggal merupakan salah satu kewajiban yang ditekankan dalam Agama Buddha.  Terutama kepada orang tua atau leluhur yang telah meninggal mereka telah banyak melakukan jasa kepada kita. Hal tersebut merupakan pondasi untuk melakukan bakti kepada orang tua. Pada Minggu, 26 Agutus 2018 Upacara Pattidana diadakan di Mahavihara Buddhamanggala, Balikpapan.

Altar mendiang leluhur persiapan upacara Pattidana.

 

Upacara tersebut diikuti oleh umat buddha khususnya di kota Balikpapan tidak kurang sekitar 500 orang datang menghadiri upacara tersebut.

Persembahan puja untuk  altar Sang Maha Suci Buddha dan Mendiang Leluhur.

Serta dihadiri oleh Para Bhikkhu Sangha yaitu YM. Subhapanno Mahathera, YM. Suvijano Mahathera, YM. Adhikusalo Mahathera, YM. Bhikkhu Thitaviriyo, YM. Bhikkhu Nandaviro.

 

Acara diawali dengan fangsen yaitu melakukan kusala kamma (karma Baik) melepaskan satwa hidup ke alam bebas.

Kemudian dilanjutkan puja bakti pattidana yang dipimpin oleh Roma Pandita Hendry Tatang dan Romo Maryono.

Bhikkhu Sangha memimpin Namakara Gatha

Bhikkhu Sangha membacakan alunan paritta Pattidana kepada mendiang Leluhur.

Umat melakukan kusala kamma melalui pikiran yaitu bermeditasi

Pesan Dhamma disampaikan oleh bhikkhu Subhappano Mahathera  yaitu tentang arti Pattidana dan bakti anak terhadap ornag tua.

Penyerahan Amisa Puja oleh perwakilan umat kepada perwakilan bhikkhu Sangha.

Pemercikan Tirta Paritta oleh bhikkhu Sangha

Umat melakukan puja kepada altar Mahasuci Buddha.

 

Umat-umat melakukan puja terhadap altar leluhurnya masing-masing. Ug